Erti Syafakillah dan Syafakallah Lengkap dengan Penjelasannya

Syafakillah dan Syafakallah adalah ucapan yang diberikan kepada seseorang yang sedang mengalami sesuatu musibah atau cubaan, seperti dilanda kesakitan.

Secara lazim, ungkapan Syafakillah dan Syafakallah disampaikan kepada saudara-mara yang beragama Islam – keluarga, sepupu, sahabat handai – tak kira dekat atau jauh, apabila mendapat berita bahawa seseorang itu sedang menghadapi sesuatu penyakit atau tidak sihat.

Artikel-Artikel Yang Lain:

Hak Seorang Muslim adalah Menziarahi Orang yang Sakit

Mengunjungi atau menjenguk orang yang sakit adalah salah satu hak seorang Muslim. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengatakan,

Hak seorang Muslim yang harus ditunaikan ada lima, di antaranya menjawab salam, mendoakan saudara sesama Muslim yang bersin, menghadiri undangan, menjenguk yang sakit, dan menghantarkan jenazah Muslim yang lain.

Erti dan Penggunaan Kata Syafakillah, Syafakallah dan sebagainya

1. شفاك الله (Syafakallah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (lelaki).

2. شفاك الله (Syafakillah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).

3. شفاكم الله (Syafakumullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (lelaki).

4. شفاه الله (Syafahullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (lelaki).

5. شفاها الله (Syafahallah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).

6. شفاهم الله (Syafahumullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (lelaki).

7. شفاهن الله (Syafahunnallah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (perempuan).

Ucapan Lebih Panjang Dan Lengkap

Untuk memberikan ucapan yang lebih komprehensif, ia berbunyi,

Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman

Yang bermaksud, “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.” Seperti yang diperkatakan, gunakan Syafakillah untuk pihak wanita, dan ucapkan Syafakallah untuk ditujukan kepada pihak lelaki.

Doa Untuk Orang Yang Sakit

Doa yang dikhaskan untuk seorang yang sedang sakit berbunyi,

As’alullahal adzim, rabbal arsyil adzim an yasyfiaka

Yang bermaksud, “Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, pemilik Arasy yang agung agar segera menyembuhkanmu.

Doa ini sebaik-baiknya dibaca sebanyak tujuh kali, seperti mana Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat at-Tarmidzi, “Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim lain yang sakit yang belum sekarat lalu dia mengucap ini (doa tersebut) sebanyak tujuh kali, melainkan Allah akan menyembuhkannya.

Selain itu, doa tertera dibawah ini juga adalah baik untuk dibacakan:

syafakillah - doa untuk pulih sakit

Surah-surah Yang Menerangkan Tentang Datangnya Musibah

Dari surah Al-Baqarah 155-157, Allah SWT berfirman,

Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpah musibah, mereka mengucapkan ‘Inna Lillahi Roji’un’ (Dari Allah kita datang, kepada Allah kita akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Surah Al-Hadid 22, Allah SWT berfirman,

Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan  Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT.

Surah At-Taghaabun 11, Allah SWT juga berfirman,

Tidak ada sesuatu musibah pun menimpa seseorang melainkan dengan Izin Allah.

Hadis-Hadis Yang Menerangkan Tentang Datangnya Musibah

Dari HR. Al-Bukhari 5641,

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.

Dari HR. Muslim no. 2573,

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya.

Dari HR Muslim no. 2575,

Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.

Dari HR Bukhari 5678,

Walaupun demikian, apabila seorang mukmin ditimpa suatu penyakit tidaklah biar tanpa usaha  (ikhtiar) untuk berubat. Rasulullah SAW bersabda : “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan Ubatnya”.

Leave a Reply